Jangan Cuma Ngomong Sabar

8 Jul 2014

Sabar… Sabar… Orang-orang dengan gampang mengucapkan kata sabar ketika ada yang tidak mampu mengendalikan emosinya. Tapi prakteknya jauh lebih sulit. Apalagi jika diri sendiri yang dituntut untuk bersabar. Jadi jangn cuma ngomong sabar deh. :p

Ini kisah saya tentang sabar…

Pagi hari seperti biasa saya bersemangat untuk mengawali hari menuju tempat kerja. Ketika sedang menunggu angkot tiba-tiba telfon berdering. Ternyata bos menelfon saya dengan nada tinggi. Ada sedikit masalh di kantor. Saya cuma bisa beristighfar dalam hati.

Nyampe di kantor suasana kerja sudah terasa tidak enak. Buyar semua semangat dari rumah. Namun saya tetap bekerja seperti biasa. Beberapa menit kemudian teman saya datang dari ruangan bos. Sambil menangis dia bilang kalo kami bekerja tidak beres. Padahal kami sudah bekerja sesuai job desc.

Akhirnya saya memutuskan untuk shalat dhuha sebentar sambil menenangkan fikiran. Selepas dhuha saya benar-benar mengadu sama Allah tentang apa yang tengah saya hadapi. Entahlah setiap dhuha saya mengadukan hal yang sama setiap hari.

Ga taunya sekitar jam 12an saya dipanggil bos ke ruangannya. Setelah cukup mukadimah akhirnya tibalah pada inti pemanggilan tersebut. Saya diistirahatkan mulai besok. Alasannya karena saya kerjanya banyak yang gak beres menurut mereka.

Kemarin adalah salah satu hari yang berat buat saya. Namun Alhamdulillah emosi saya gak meledak dan bisa saya atasi. Ini hal-hal yang saya lakukan agar bisa bersabar

1. Perbanyak istighfar

2. Berdoa semoga dimudahkan dalam menghadapi ujian yang menimpa diri

3. Berwudhu kemudian mengaji beberapa halaman. Karena amarah itu api, jadi siramlah dengan air wudhu

4. Curhat. Kamu bisa pilih curhat sama Allah atau sama keluarga. Kalo saya kemarin sama keduanya.

5. Jangan lihat kedalam, Lihat keluar! Jangan pernah melihat ke diri sendiri. Coba kamu bandingkan situasimu dengan situasi orang lain. Misalnya kaya saya yang single kemudian diberhentikan menjelang lebaran. Bandingkan dengan seorang suami yang sudah memiliki tanggungan. Pasti ujiannya lebih berat

6. Bersyukur. Ini kuncinya menurut saya. Kamu harus banyak-banyak bersyukur terhadap apapun yang terjadi dalam hidup kamu. Percayakan saja sama Allah jalannya ketika kamu sudah berusaha maksimal.

Sabar di bulan Ramadhan ini jauh lebih berat daripada dibulan-bulan biasanya karena pengaruh perut yang kosong. Jadi mikirnya agak gimana gitu.

Sedikit nasehat dari sahabat Nabi, Abu Bakar Shiddiq “Sangat sulit untuk bersabar, tetapi menyia-nyiakan hadiah dari kesabaran itu lebih buruk.”

So dibalik kesabaran pasti ada sesuatu. Jangan menyianyiakan hadiah karena ketidak sabaran! :)

Assalamualaikum! :D


TAGS Sabar Ngablogburit


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post